Sabtu, 11 April 2009

TEKNIK MANCING

Memancing Ikan Mas Besar, Ada Tekniknya....



Memancing ikan di kolam atau empang adalah salah satu hobi yang umumnya digemari para pria, baik yang masih lajang maupun berkeluarga. Selain asyik dan santai untuk dijadikan kegiatan saat libur, siapa tahu beruntung mendapatkan ikan cukup besar untuk dibawa pulang?

Secara awam, memancing ikan terlihat mudah saja. Tinggal lemparkan kail yang telah diberi umpan, biarkan ikan memakan umpan, lalu angkat. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, karena memancing juga perlu keahlian khusus.

Teknik memancing yang baik, sangat diperlukan, apalagi jika Anda ingin ikut lomba. Berlatihlah dan pengalaman akan mengajarkan Anda teknik yang benar dan efektif. Berikut beberapa trik yang bisa Anda ikuti:

Melontar Umpan

1. Lontaran umpan ternyata kunci sukses memancing. Pastikan lontaran jatuh pada titik yang sama dengan titik yang telah diberi umpan pengebom (umpan yang disebar tanpa kail). Lontaran ke arah sembarang, sama saja mengoper bola ke arah lapangan kosong.

2. Atur pegangan tangan tepat di gagang joran, di mana ril duduk. Buka kawat pengaman ril (Bail Arm) dan tahan kenur dengan jari telunjuk.

3. Pegang joran tegak lurus searah badan, arahkan mata ke titik tempat jatuhnya umpan. Gerakkan joran dengan gerakan siku ke arah depan hingga kenur tegak lurus dengan air, ayunkan umpan ke arah belakang.

4. Bila Anda masih ragu, gerakkan joran kembali ke depan. Kembali ayunkan umpan ke belakang, dengan menggerakkan joran lurus dengan kepala.

5. Saat umpan terayun ke belakang, lontarkan umpan bersamaan dengan arah balik ayunan umpan ke depan dengan gaya seperti menyabet dengan joran, jangan lupa melepas kenur yang tadi Anda tahan dengan jari.

6. Bila gerakan dilakukan secara benar, Anda tak akan kecewa dengan hasil lontaran, berlatihlah terus hingga dirasa telah cukup.

7. Untuk lemparan yang dekat, Anda cukup mengayunkan umpan tanpa sabetan joran, kemudian arahkan umpan ke tempat yang di tuju.

Catatan:
Tempat-tempat yang cocok dijadikan titik potensial (hotspot), misalnya:
- Tempat terdalam pada bagian empang yang rata, sisir dengan pelampung, jika ada satu bagian terdalam maka jadikan sebagai titik potensial.
- Daerah pertengahan kolam yang terdapat pancuran air.
- Daerah kolam di tempat masuk atau keluarnya air, juga daerah di mana terdapat patok bambu penyangga pipa pancuran air.
- Pinggir kolam yang dasarnya menjorok ke daratan (bentuk gua) atau yang banyak tanaman rambat yang menjuntai ke air. Dan masih banyak lagi ciri-ciri tempat yang baik untuk dijadikan hotspot.


Isyarat Pelampung

Perlu diperhatikan, tiap ikan mas tidak ada yang sama cara makannya. Perbedaan ini menghasilkan gerakan pelampung yang berbeda pula.

Ikan berukuran 1 kg (disebut ikan rame) biasanya makan dengan cara yang kasar, pelampung akan langsung tenggelam saat umpan disambar, segera gentakkan joran.

Untuk ikan mas yang besar atau yang makannya terlalu penakut, gerakan pelampung mungkin hanya sekali saja, bila saat itu lengah, maka Anda hanya akan mendapatkan umpan habis termakan.

Berikut gerakan pelampung tanpa umpan termakan:

1. Ikan mas besar biasanya lebih waspada, ia akan makan umpan yang ada di depannya tetapi bila dirasa sesuatu menghalangi seperti mata kail, kenur dan lainnya, ikan tersebut akan menyemburkan kembali umpan. Sehingga gerakan ini akan menghasilkan satu gerak saja pada pelampung.

2. Diasumsikan pelampung yang Anda pakai terbuat dari bulu ayam merak. Bila pelampung dengan umpan di dasar air tegak lurus (pengukuran kedalamannya tepat), maka pelampung Anda akan naik satu ruas dari batas air. Dan bila jarak pelampung dengan umpannya miring (pengukuran kedalamannya dilebihkan), maka pelampung akan tenggelam satu ruas. Dua kondisi tadi menandai Anda untuk segera menggentak joran.

Isyarat pelampung berikut ini, jelas-jelas menandakan umpan sedang dimakan, dan Anda harus segera menggentak joran, diilustrasikan sebagai berikut :
- Pelampung bergerak turun naik dengan cepat seperti gerakan mesin jahit : Anda harus segera menggentak joran!
- Pelampung bergerak turun naik dengan cepat, kemudian menghilang: Gerakan pelampung ini juga menunjukkan bahwa umpan sedang dimakan.
- Pelampung bergerak naik lalu tiba-tiba rebah kemudian terseret atau menghilang: Awas! Ikan sedang makan umpan.


Isyarat Kenur


Pada rangkaian glosor atau kenur bebas (free lining) lainnya, gerakan umpan yang dimakan ikan, getarannya langsung disalurkan ke kenur.
- Setelah umpan dilontarkan, gulung kenur sedikit, taruhlah joran pada cagak joran (rod rest), atur kenur agar menegang namun janganlah terlalu kencang, agak kendor sedikit.
- Perhatikan kenur yang memasuki air karena di sini getarannya dapat terlihat jelas.

Ada 2 kondisi Anda harus segera menggentak joran :
1. Tanpa isyarat awal, tiba-tiba saja kenur terangkat dan bergerak menjauh.
2. Kenur yang tegang tadi tiba-tiba menjadi kendor.

Keadaan lain yang dapat dideteksi, misalnya kenur bergerak-gerak mengencang dan mengendur, gerakan yang amat halus dan dapat dirasakan dengan memposisikan jari telunjuk pada kenur.

Pada keadaan ekstrim, joran turut tercebur ke air sehingga disarankan mengikatkan tali pengaman pada joran, bila memancing di danau atau perairan dalam.


Menggentak Joran

Agar ikan dapat terkait saat umpan dimakan, Anda perlu menggentak joran (strike), terutama bila menggunakan pelampung. Gerakan ini, dapat digolongkan sebagai gerakan refleks. Agar mendapatkan gerakan refleks, tangan Anda harus terus dilatih untuk segera meraih joran. Caranya:

1. Raih joran dengan memegangnya pada pangkal joran, tepat didudukan ril penggulung.

2. Posisi jari telunjuk ada di depan gagang penggulung, sedang jari lain dibelakangnya.

3. Gerakkan joran jauh ke arah belakang kepala secara cepat, usahakan jangan mengendurkan kenur, baca gerak ikan dan mulailah mengajarnya.

4. Gerak menggentak yang benar adalah melawan arah kenur. Pada lokasi alam, lontaran dapat jauh di arah kanan atau kiri. Bila lontaran arah ke kiri, gentakannya ke belakang kanan. Bila lontaran arah ke kanan, gentakannya ke belakang kiri. Bila memancing di empang pemancingan, lontaran umpan hanya ke arah depan, karena sebelah kanan dan kiri ditempati orang lain.


Menaklukkan Ikan

Menaklukkan ikan merupakan saat paling kritis, gerakan ikan yang berontak melebihi kekuatan putus kenur (breaking strength), sehingga dapat menyebabkan kenur putus.

1. Setel drag pada posisi setengah dari posisi mati (terkunci penuh) atau sesuai perkiraan, jangan biarkan drag dalam keadaan terkunci penuh.

2. Biarkan ikan melarikan kenur. Arahkan joran berlawanan dengan arah lari ikan. Bila ikan merubah arah, segera gulung ril Anda, coba menambah tekanan drag. Namun bila tenaga ikan masih besar, kurangi posisi drag dan biarkan ikan kembali melarikan kenur. Ubah segera posisi joran bila ikan berusaha lari ke arah lain.

3. Posisi joran harus selalu berlawanan dengan arah ikan. Jangan panik, lakukan gerakan tarik ulur ini secara sabar terutama untuk ikan yang berukuran besar.

4. Akibat daya lentur joran dan setelah beberapa kali tarik ulur, ikan akan menjadi lemah. Segera gulung kenur dengan gerakan memompa. Artinya gulung kenur dengan cepat dibarengi dengan menurunkan posisi joran ke arah air hingga sejajar.

5. Angkat joran dengan gerakan siku Anda, gulung kembali ril dengan cepat dengan teknik pemompaan.

6. Bila ikan telah dekat, Anda harus ekstra hati-hati terhadap gerakan tiba-tiba ikan yang berontak. Penting agar posisi drag ril Anda tidak terkunci penuh, sehingga kenur dapat dilarikan ikan bila ternyata masih mempunyai sisa tenaga.

7. Bila yang Anda kenai ternyata ikan berukuran super, maka perlawanan sebenarnya adalah saat ikan sudah dekat dengan Anda. Karateristik ikan mas yang besar, biasanya dari tengah kolam Anda dapat menariknya dengan mudah tapi terasa berat.

8. Gulung kenur secara hati-hati, gunakan perasaan saat menghadapi perlawanannya. Jangan berusaha melawannya bila ikan masih berontak, mainkan saja dengan hati-hati untuk mengurangi tenaganya yang besar.

9. Bila ikan telah mendongak, jangan gulung kenur, karena akan menyebabkan ikan kembali tenggelam dan melawan.

10. Tetap pertahankan posisi ikan yang telah mendongak tadi untuk mendekatkannya ke tepi kolam, melangkahlah mundur sehingga ikan dapat mudah diserok.


Menyerok Ikan

Cara yg benar menyerok ikan:

1. Bila ukuran ikan cukup besar, jangan mengangkat langsung dengan kenur atau joran, karena bibir ikan mas mudah robek, kenur bisa putus atau joran Anda patah.

2. Gunakan seser untuk mengangkatnya. Ikan yang menyerah biasanya badannya akan terguling atau bagian kepalanya telah mendongak keluar air, gerakannya pun sudah tidak liar.

3. Benamlan seser hingga benar-benar tenggelam, arahkan ikan ke seser, lalu serok dari bawah ikan.


Melepas Kail

Melepas kail yang menancap pada mulut ikan memang tugas pembantu (kedi), namun kadang ada saatnya Anda sendiri yang harus melakukannya.

1. Hati-hatilah saat melepaskan kail, karena kalau menancap pada tangan, akan sulit melepaskannya.

2. Gunakan lap untuk memegang badan ikan yang licin, biarkan ikan menggelepar pada serokan. Bila ikan terdiam, pegang ikan dengan tangan kiri, tekan agak keras bagian perut dengan jempol kiri Anda.

3. Ambil tang atau alat khusus pelepas kail (Disgorger), apabila tak ada, pegang kail yang menancap dengan jari telunjuk dan jempol kanan, lalu tarik kail mengikuti arah lengkungannya. Bila agak sulit, dorong kail sebelum mencoba membukanya lagi.

4. Bila kail tertelan terlalu dalam dan Anda tak membawa alat pelepas kail, carilah ranting pohon yang kira-kira masuk ke mulut ikan. Ikuti arah kenur pancing, lalu dorong kailnya hingga terlepas dan keluarkan kail berbarengan dengan ujung ranting yang yang masuk ke mulut ikan.

Bila Terjadi Kecelakaan:


Bila ada yang mengalami kecelakaan tertancap kail, tetaplah tenang jangan panik. Mintalah pertolongan medis di klinik pengobatan. Namun apabila pertolongan medis tidak ada, perhatikan sampai di mana kail menancap:

1. Apabila kail belum menembus, maka Anda dapat menariknya seperti biasa, namun bila kailnya tembus, arah tarikan untuk mengeluarkan adalah ke arah pangkal kail.

2. Lepaskan kenur yang mengikat kail, posisikan tubuh agar Anda mudah menariknya.

3. Teorinya, kail tidak ditarik keluar, melainkan diloloskan sehingga pangkalnya mengikuti arah luka tembus.

4. Bila ada tang potong, patahkan dahulu bagian pangkal tempat pengikat yang biasanya lebih besar dari batang. Kalau tak ada, Anda harus segera mencabutnya.

5. Alihkan perhatian teman yang tertancap kail, bisa dengan bantuan teman yang lain. Saat perhatianya teralih, dengan gerakan yang cepat loloskan kail dengan menarik bagian lengkung hingga kail tercabut.

6. Anda harus yakin, jangan sampai gagal pada tarikan pertama ini. Jika gagal, teman Anda akan lebih keras menjeritnya. Gunakan alkohol atau betadine untuk membersihkan bagian luka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar